LAPORAN KEGIATAN AKSI NYATA
MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF
“MEMBUAT KESEPAKATAN KELAS”
OLEH : NOVI SAFITRI, S.Pd
SDN 3 KARANGSARI KEC. PANGATIKAN
CGP 063 B KABUPATEN GARUT
1.
Latar Belakang
Seringkali permasalahan dengan murid
berkaitan dengan komunikasi antara murid dengan guru, terutama ketika murid
melanggar suatu aturan dengan alasan tidak mengetahui adanya aturan tersebut.
Kurang adanya komunikasi ini menyebabkan relasi murid dan guru menjadi kurang
akur. Salah satu langkah dalam menerapkan budaya disiplin positif adalah dengan
membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu
dengan menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat
membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas. Hal ini juga dapat
membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan.
Di awal semester genap ini,
merupakan momen yang pas untuk membuat sebuah kesepakatan kelas. Kesepakatan
kelas ini dibuat sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan belajar selama satu
semester kedepan. Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru
dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif.
Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga
harapan murid terhadap pengajar. Kesepakatan disusun dan dikembangkan
bersama-sama antara guru dan murid.
2.
Deskripsi Aksi Nyata
Berdasarkan
latar belakang di atas dan pemahaman saya tentang budaya positif, pada kegiatan aksi nyata ini
saya mencoba membuat kesepakatan kelas sebagai upaya penerapan budaya posistif
di sekolah. Dengan adanya kesepakatan kelas ini, diharapkan siswa dapat
membiasakan diri membangun disiplin dan
budaya positif dalam dirinya tanpa adanya tekanan.
Kesepakatan kelas ini disusun
bersama sebagai persiapan menghadapi pembelajaran semester genap yang berdasarkan
intruksi pemerintah setempat, masih akan dilaksanakan secara daring. Sehingga
dalam proses penyusunan kesepakatan kelas inipun dilaksanakan secara daring
melalui diskusi di Whatssapp Grup kelas 6. Pelaksanaan penyusunan kesepakatan
kelas ini, yaitu pada tanggal 11 Januari 2021, di hari pertama masuk sekolah
semester genap.
Adapun
tahapan dalam aksi nyata penyusunan kesepakatan kelas ini adalah :
1) Mensosialisasikan
terlebih dahulu kepada murid tujuan dari membuat kesepakatan kelas melalui
whatsapp grup
2) Menanyakan
kelas impian yang diinginkan siswa. Disini, saya mencoba menggali keinginan
murid terhadap kelasnya. Baik dari sisi kondisi kelas, keadaan teman-teman, mau
guru yang bagaimana, dan sebagainya.
3) Murid
menuliskan impian/keinginan mereka masing-masing.
4) Menuliskan
kesimpulan kelas impian murid. Semua impian murid tersebut, diambil kesimpulan
kelas impian yang diinginkan murid.
5) Dari
keseimpulan impian siswa tersebut, saya mengajak siswa untuk membuat
kesepakatan kelas, agar kelas impian yang diinginkan siswa dapat terwujud.
6) Meminta
pendapat satu persatu murid untuk menyampaikan kesepakatan apa saja yang harus
di ikuti semua penghuni kelas agar kelas impiannya dapat terwujud. Setiap murid
menuliskan kesepakatan tersebut.
7) Setelah usulan
murid ditampung, memberi pemahaman kepada mereka bahwa guru juga mempunyai hak
untuk memberi usulan. Namanya juga kesepakatan bersama, disini saya menambahkan
beberapa hal yang belum terakomodasi di dalam kesepakatan tersebut. Setelah itu
kita simpulkan poin-poin yang menjadi kesepakatan bersama untuk dilaksanakan di
kelas.
8) Kemudian
mendiskusikan konsekuensi dari pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah
disetujui itu. Menjelaskan alasan-alasan diterapkan konsekuensi. Apabila ada
yang melanggar maka teman sekelasnya harus saling mengingatkan dan
memberitahukan kepada guru.
9) Menulis hasil
kesepakatan.
10) Poster
kesepakatan dibuat dalam bentuk digital, kemudian dibagikan ke WA grup kelas.
3.
Hasil
Adapun Indikator keberhasilan
dari kegiatan ini adalah :
1) Siswa terlibat
aktif dalam penyusunan kesepakatan kelas, dengan menuliskan harapan dan kelas
impiannya.
2) Siswa, guru,
dan orangtua menyepakati hasil kesepakatan kelas yang telah dibuat.
3) Adanya poster
kesepakatan kelas.
Berdasarkan indikator
tersebut, kesepakatan kelas telah dibuat di kelas 6 SDN 3 Karangsari, dengan
hasil kesepakatan sebagai berikut :
Kami siswa, guru, dan
orangtua siswa Kelas VI SDN 3 Karangsari sepakat untuk :
1) Selalu menjaga
kebersihan kelas/lingkungan belajar.
2) Berkata sopan
kepada siapapun, baik secara langsung maupun daring (chat WA, telepon, vicon,
dll).
3) Saling membantu
teman yang membutuhkan.
4) Bertanya kepada
guru/orangtua/wali apabila ada yang tidak dimengerti.
5) Belajar/mengerjakan
tugas tepat waktu.
Dalam kegiatan ini, siswa
cukup antusias dan orangtua mendukung penyusunan kesepakatan kelas
tersebut.
4.
Pembelajaran yang Didapat
Pembelajaran
yang saya dapat dari aksi nyata ini diantaranya :
1) Kesepakatan
kelas dapat membantu guru dan siswa dalam menerapkan budaya positif.
2) Siswa menjadi
disiplin tanpa paksaan dari guru, karena kesepakatan kelas disusun berdasarkan
keinginan dan harapan mereka.
3) Terjalinnya
komunikasi yang lebih baik dengan orangtua siswa.
5.
Rencana Perbaikan
Rencana perbaikan kegiatan ini
adalah menerapkan kesepakatan kelas yang telah dibuat agar guru dan siswa dapat
melaksanakannya dengan baik, juga agar dapat diperbaiki dan dikembangkan secara
berkala. Kedepannya diharapkan dapat lebih meningkatkan komunikasi dengan teman
sejawat agar aksi nyata ini tidak hanya dilakukan oleh siswa dari kelas yang
saya ampu, tapi semua siswa dan warga sekolah.
Lampiran
Rancangan Aksi Nyata






