Tak kenal, maka kenalan dong..

Rabu, 21 Oktober 2020

 

Perjalanan PembaTIK Level 4

Setelah saya menyelesaikan tugas level 3, beberapa minggu kemudian muncullah pengumuman kelulusan level 3. Alhamdulillah, sayapun dinyatakan lulus. Nah, dari Jawa Barat ini ada sekitar 200 an yang lulus level 3. Dari jumlah tersebut, diambil 30 besar yang nilainya tertinggi untuk mengikuti PembaTIK level 4.

Tak disangka, ternyata sayapun masuk ke dalam 30 besar tersebut. Saya benar-benar tidak percaya, padahal saya merasa kemampuan saya masih jauh dalam bidang TIK ini. Sayapun sampai berkali-kali membuka pengumuman tersebut. Siapa tahu saya salah lihat, atau mungkin ada nama yang sama dengan nama saya. Dan setelah dilihat beberapa kali, memang jelas nama tersebut adalah nama saya, Novi Safitri dengan unit kerja di SDN 3 Karangsari. Itu memang benar-benar saya.

 

Kalau masih gak percaya, cek aja disini

Akhirnya, sayapun mulai mempercayai kelulusan tersebut setelah dimasukkan ke dalam grup 30 besar Jawa Barat. Antara bahagia dan kaget, bisa masuk level 4 ini. Entahlah, dan setelah perkenalan bersama para Sahabat Rumah Belajar dari Jawa Barat itu, jujur saja saya merasa minder. Mereka benar-benar sangat kompeten, dilihat dari akun medsosnya yang begitu mencerminkan jati dirinya. Benar-benar mereka Calon Duta. Sementara saya, hanya remahan rengginang yang tidak tahu apa-apa.

Tapi, bersama Sahabat Rumah Belajar Jawa Barat ini, saya merasa mendapat keluarga baru. Apalagi di awal-awal, para Duta Rumah Belajar juga sudah mengarahkan untuk saling membantu satu sama lain. Karena esensi dari level 4 ini adalah berbagi. Sejak saat itu, kami jadi mengenal satu sama lain. Saling follow, like, dan komen di akun sosmed. Kami juga tidak merasa bersaing, karena menjadi Duta Rumah Belajar adalah sebuah bonus. Bagi saya, masuk ke level 4 saja sudah menjadi sebuah kebanggaan. Apalagi dipertemukan dengan teman-teman dari berbagai penjuru Jawa Barat.

Di PembaTIK level 4 ini, sebelum masuk ke pembelajaran ternyata kami diharuskan mengikuti kuliah umum selama beberapa hari. Jujur saja, saya kurang bersemangat mengikutinya. Entahlah, akhir-akhir ini saya merasa tubuh saya kurang fit. Mudah sekali kelelahan. Jika sudah pulang dari tugas piket sekolah, saya seperti ingin pingsan. Keadaan ini memang sudah berlangsung beberapa minggu. Sebelum diumumkan peserta yang masuk ke level 4. Saya sendiri belum sempat memeriksakan diri ke dokter, karena belum mendapatkan waktu yang tepat.

Karena kondisi itulah saya merasa kurang bersemangat mengikuti kuliah umum. Namun, sayapun tetap mengikutinya walau dengan keadaan tidak enak badan. Sampai di hari kedua kuliah umum, saya baru menyadari kalau saya ternyata telat mentruasi. Mungkinkah saya hamil? Disaat saya harus mengikuti PembaTIK level 4? Bahkan saya juga mengikuti seleksi Guru Penggerak, dan akan mengikuti wawancara pada saat itu. Saya juga sedang aktif-aktifnya jualan sepatu kulit. Jika memang benar saya hamil, apakah saya harus bahagia, atau sebaliknya? Tuhan, apakah ini waktu yang tepat untuk saya hamil? Bagitulah pikiran bodoh saya saat itu.

Akhirnya, di hari ketiga kuliah umum, saya melakukan testpack. Dan ternyata kecurigaan saya benar. Testpack tersebut menunjukkan dua garis merah. Ah, entahlah. Saya ingin sekali bisa berbahagia saat itu, namun entah mengapa tugas-tugas itu seakan membayangi saya.

Yaa Allah, ampuni hamba Mu ini.

Kehamilan ini memang tidak direncanakan, sehingga saya sedikit kaget pada saat itu. Memang tadinya saya dan suami berencana memiliki anak lagi tahun depan. Tapi ternyata, Allah lebih cepat memberi rizki kepada kami. Dan seiring berjalannya waktu saya juga mulai menerima kenyataan, dan mulai beradaptasi dengan kehamilan saya yang kedua ini. Yang kondisinya jauh berbeda dengan kehamilan anak saya yang pertama. Saya juga mulai menyukai sebutan bumil.

 Ehh, kok jadi ngomongin hamil yaa. PembaTIKnya mana?

Aduh, maafkan emak jadi keasyikan curhat ini.

OK, tentang PembaTIK level 4, saya akan tetap berusaha mengikuti kegiatan dan mengerjakan tugasnya, walaupun dalam kondisi hamil. Semoga saya bisa menghadapi segala tantangan di level 4 ini. Semangaat bumil.

Oh ya, saya juga tetap mengikuti kuliah umum sampai tuntas. Yuk, ikuti perjalanan saya di kuliah umum PembaTIK Level 4

Perjalanan PembaTIK Level 2

 Jika di level 1 tujuan saya mengikuti PembaTIK masih berorientasi pada sebuah sertifikat, berbeda di level 2 ini. Saya lebih serius mengikutinya. Saya mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti level 2. Mencari gelombang yang sesuai dengan waktu luang saya. Akhirnya, saya memutuskan mendaftar level 2 pada gelombang 29.


Sayapun mengikuti setiap pembelajarannya. Pembelajaran di level 2 ini memang lebih diarahkan kepada pengenalan portal rumah belajar. Namun, ada sesuatu yang menarik ketika saya membuka salah satu video pada pembelajaran di level 2 ini. Video tersebut mengenalkan tentang portal rumah belajar. Tapi jujur saja saya gagal fokus pada tokoh yang ada di video tersebut. Penasaran siapa tokoh tersebut?

Siapa yang tidak kenal dengan aktor muda bertalenta, Angga Aldi Yunanda? Omaygat, dan dia ada di video tersebut, mengenalkan fitur-fitur pada portal rumah belajar. Ya, saya memang penggemar Lee Min Ho dengan kearifan lokal tersebut, setelah menonton akting kerennya di film Dua Garis Biru yang membuat saya meleleh. Maafkan emak-emak yang ngefans sama brondong ini yaa.

Eh tapi, kenapa Angga ada di video tersebut? Ternyata, Angga merupakan Brand Ambassador Portal Rumah Belajar. Setelah mengetahui hal tersebut, saya semakin bersemangat mengikuti PembaTIK ini. Berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan Angga, atau hanya sekedar live instagram untuk wawancara rumah belajar mungkin. Ampun, mak. Bangun dong bangun, mimpinya ketinggian.

Baiklah, terlepas dari Brand Ambassadornya yang ganteng, portal rumah belajar memang menyediakan fitur-fitur yang sangat keren. Sobat bisa melihatnya sendiri di laman https://belajar.kemdikbud.go.id/ 

Seperti biasa di level 2 ini kita harus mengikuti pembelajaran, membaca modul, dan mengerjakan kuis di setiap akhir modul. Namun, berbeda dengan level 1 yang hanya terdapat ujian akhir, di level 2 ini ada juga tugas akhir. Tugas akhir ini merupakan tugas yang harus diselesaikan oleh peserta, dan dikirimkan sampai batas waktu yang telah ditentukan. Untuk bobot nilainya sendiri adalah 40% Ujian Akhir dan 60% Tugas Akhir.

Sesuai dengan namanya, level implementasi. Tugas di level 2 ini yaitu membuat vlog tentang implementasi kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan portal rumah belajar. Vlog tersebut harus diunggah ke youtube pribadi, kemudian disalin tautannya dan dikirimkan. 

Tugas ini memiliki tantangan tersendiri bagi saya. Apalagi di masa pandemi ini yang mengharuskan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Sementara, saya mengajar di daerah perkampungan yang hanya sebagian kecil dari peserta didiknya memiliki alat komunikasi yang memadai untuk pembelajaran daring. Belum lagi orangtua yang memang tidak bisa membimbing karena terpakasa harus bekerja. Selain itu, kendal signal & kuota menjadi hal yang tidak dapat terpisahkan. Namun, semua kendala tersebut tidak menyurutkan semangat saya untuk menyelesaikan tugas level 2 ini.

Sayapun membuat vlog implementasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran blended learning, yaitu pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring. Bagi saya ini sangat cocok dengan kondisi di kelas saya. Saya juga memanfaatkan beberapa fitur rumah belajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Fitur yang saya gunakan adalah sumber belajar, buku sekolah elektronik, dan bank soal.

Dengan sarana seadanya, saya membuat video dibantu oleh teman saya. Hanya menggunakan smartphone dengan kamera yang standar. Untuk sesi presenternya, sangat saya sesalkan karena tidak menggunakan microphone, sehingga hasil suaranya kurang begitu jelas. Ya, mau bagaimana lagi, wong saya gak punya micorophone nya. Adapun lokasi pengambilan video nya adalah di sekolah, di rumah, dan di rumah-rumah siswa.

Untuk proses editingnya, saya menggunakan aplikasi kinemaster dan youcut. Namun, sangat disayangkan karena ketidaktahuan saya tentang dunia vlog, saya menggunakan musik yang sudah mendapat hak cipta. FYI, ketika diunggah ke youtube, musik tersebut mengandung copyright, sehingga tidak dapat di monetisasi. Ya, walaupun akun youtube saya masih jauh dari monetisasi, tapi setidaknya kalau suatu hari nanti sudah mencapai subscriber dan views yang memadai, kan sayang. 

Sebenarnya, konsep vlog yang saya buat cukup menarik. Menurut saya, ya. Namun, kelemahannya ada pada kualitas audio, dan wajah yang tidak videogenic ini. Nasib punya wajah pas-pasan ya gini. Tapi tak apa, semua sudah terjadi dan waktu pengumpulan tugaspun sudah hampir berakhir. Ya, inilah kebiasaan saya yang selalu SKS (Sistem Kebut Semalam). Jangan ditiru ya, ini hanya dilakukan oleh profesional. Hii..

Sayapun mengirimkan tugas vlog ini di waktu yang sedang mepet-mepetnya. Hanya beberapa menit lagi, sistem akan ditutup. Namun, alhamdulillah tugaspun terkirim dengan sempurna.

Aahhh.. Senangnya..

Vlog ini merupakan vlog perdana yang saya buat sepanjang hidup saya. Tentu saja pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan. Dan disetiap kesalahannya akan menjadi pembelajaran bagi saya.


Mau tahu tugas vlog saya di level 2? Tapi jangan diketawain yaa. cekidot


Anyway, alhamdulillah setelah beberapa hari menunggu hasilnya, ternyata saya dinyatakan lulus level 2. Dengan nilai akhir 91. Saya memperoleh nilai ujian akhir dengan nilai 90. Berarti, sudah dipastikan nilai vlog saya adalah 92. Amazing, saya sangat bersyukur, bisa mendapat nilai yang cukup baikdi level 2 ini.


Itulah sepenggal cerita di level 2 ini.

Masih ada cerita level 3 yang tak kalah menarik. Yuk baca di sini.

Perjalanan PembaTIK Level 1

 Perjalanan PembaTIK Level 1

Hai sobat, disini saya akan berbagi pengalaman perjalanan PembaTIK level 1. Namun, untuk sobat yang belum tahu apa itu PembaTIK dan bagaimana sistemnya, yuk cek dulu tulisan saya di sini.

Pada postingan sebelumnya, saya sudah mengatakan bahwa saya mengenal PembaTIK ini di tahun 2019. Ya, setelah melihat postingan seorang teman yang mengikuti PembaTIK level 1. Tapi, jujur saja pada waktu itu saya tidak begitu tertarik. Entahlah, mungkin karena kesibukan atau yang lainnya. Maklum, seorang guru yang juga mamah muda ini mungkin terlalu sibuk dengan dunianya. Belum lagi kesibukan berselancar di dunia maya dan menjelajahi berbagai online shop. Betapa tugas kami begitu berat, bukan? Saya justru malah menyuruh suami saya yang juga seorang guru untuk mengikuti PembaTIK level 1. Beliaupun mengikutinya dan dinyatakan lulus, namun tidak melanjutkan ke level 2 di tahun tersebut.

Tibalah di tahun 2020. Suami mengikuti kembali PembaTIK, melanjutkan ke level 2. Sayapun juga mulai mendapat hidayah untuk mengikuti PembaTIK ini. Berawal dari melihat postingan seorang teman tentang PembaTIK. Kemudian, ternyata di grup CPNS juga sampai di list. "Yang mengikuti PembaTIK silakan di list". Begitulah kira-kira bunyi chat pada grup WA tersebut. Dan saat itu saya hanya menjadi silent reader. Hingga kali terakhir saya melihat list tersebut ternyata sudah lebih dari 50 orang yang mengikuti PembaTIK ini. Dari sana saya berpikir, betapa mereka begitu antusias mengikuti PembaTIK. Lalu mengapa saya tidak?

Akhirnya, sayapun ikut-ikutan mendaftar PembaTIK level 1 pada gelombang 17. Saya pikir, lumayan lah bisa dapat sertifikat juga kan. Lagipula sistemnya juga daring, jadi kita bebas mengerjakannya kapan saja. Asal tidak melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Begitulah pikiran mamah muda saat itu yang masih hanya berorientasi pada sertifikat.

Nah, di PembaTIK level 1 ini tidak saya temukan kesulitan yang berarti. Karena level ini merupakan level literasi. Tidak ada tugas untuk membuat sebuah produk atau karya. Kita hanya ditugaskan untuk mengikuti rangkaian pembelajaran yang tersedia. Juga membaca setiap modul dan menjawab kuis di setiap akhir modul. Pembelajaran di level 1 ini juga masih seputar TIK. Jadi, masih umum dan sangat mudah untuk kita pelajari.

Terakhir, kita akan mengerjakan ujian akhir pada hari dan tanggal yang telah ditentukan. Namun, kita tetap bisa mengerjakannya kapan pun, asal tidak melewati batas tanggal tersebut. Jadi, buat emak-emak rempong yang harus urus ini itu, pasti masih bisa ngerjain. Misalnya nih, mau nyuci piring dulu, atau mau belanja online dulu, bisa kok. Bayangkan, se-flexible itu lho sistemnya. Saya sendiri selalu berusaha mengerjakannya di waktu anak tidur. Di atas jam 10 malam, atau jam 5 pagi sebelum si kecil terbangun dari mimpi indahnya.

Perjalanan saya di PembaTIK level 1 ini bisa dikatakan mulus. Saya dapat lulus dan mendapat nilai yang cukup baik. Saya kira semua orang pasti akan bisa melewati PembaTIK level 1 ini. Namun, saya mendengar seorang teman yang ternyata tidak lulus. Sayapun baru menyadari bahwa level 1 ini ternyata ada KKM nya. Ya, Kriteria Ketuntasan Minimal. Ada nilai minimal yang harus kita capai. Jadi, jika nilai kita dibawah KKM, otomatis kita tidak lulus. Wah, ngeri juga ya.

Tapi tenang saja sobat, jika kita mengikutinya dengan sungguh-sungguh, membaca setiap modul dengan baik, dan mengerjakan setiap kuisnya. Percayalah, pada saat ujian semua aral rintangan yang menghadang dapat kita hadapi.

Dari sana saya berpikir, bahwa PembaTIK ini ternyata sistemnya memang unik. Akan ada peserta yang tereliminasi di setiap level nya. Entah karena tidak memenuhi KKM, atau memang tidak mengerjakan sama sekali. Seperti suami saya yang memang terlambat mengikuti kelas di level 2, sehingga beliaupun dinyatakan tidak lulus. Hadeeewwhh...

Akhinya, sayapun bertekad untuk mengikuti PembaTIK sampai level akhir di tahun 2020 ini. Selain karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi kita di bidang TIK, PembaTIK juga dapat membuka wawasan dan juga menambah pengalaman bagi saya. Alasan lain saya ingin menyelesaikannya di tahun ini adalah mumpung saya belum hamil lagi. Hee.. Karena rencananya si kaka akan kami berikan adik di tahun depan. Jadi saya bertekad tahun 2020 untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang tersedia dimuka bumi ini. Semangaaatt.

Itulah perjalanan saya di PembaTIK level 1. Perjalanan saya di PembaTIK level 2 jauh lebih menarik lho. Yuk, baca di sini.

Perjalanan PembaTIK Level 3

Hai sobat, sudah baca perjalanan PembaTIK saya di level 1 dan 2? Kalau belum, mampir dulu yuk kesini.

Setelah melalui level 1 dan level 2, saya berniat untuk melanjutkan ke level 3. Namun, jujur saja saya agak ragu. Ada rasa takut tidak bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Mengingat kesibukan saya di sekolah, mengisi ijazah dan sebagainya. Namun, saya tetap keukeuh dengan pendirian saya untuk menyelesaikan PembaTIK di tahun ini sampai level akhir. Karena tahun depan saya berencana untuk program hamil.

Akhirnya, dengan segala keyakinan, sayapun hendak mendaftar. Namun, ketika membuka laman simpatik, ternyata level 3 gelombang 15 ini sudah ditutup. Sayapun menunggu berharap ada gelombang selanjutnya. Namun setelah beberapa hari ternyata gelombang yang ditunggu tak kunjung datang. Jangan-jangan, gelombang 15 ini adalah gelombang terakhir di level 3. Oh tidak, gagal dong menyelesaikan samua level di tahun ini.

Tapi ternyata, setelah sekian lama menunggu akhirnya dibuka juga gelombang 16. Konon katanya ini adalah gelombang terkahir di level 3. Walaupun pada kenyataannya masih ada gelombang 17 setelahnya.

Seperti biasa saya mengikuti kegiatan pembelajaran, membaca modul, dan mengerjakan kuis. Namun ditengah-tengah pembelajaran, saya diminta untuk membantu kakak saya yang akan membuka resto ayam geprek. Dari sanalah hati saya mulai goyah. Setiap selesai mengajar, saya membantu kakak saya untuk persiapan resto nya. Terlebih, saya diminta untuk menjadi HRD, dan menyeleksi calon karyawan di resto tersebut. Sebagai seorang adik, saya kira sudah menjadi kewajiban membantu kakak. Disaat itu juga, saya harus menjadi panitia upacara 17 Agustus di kecamatan saya. Belum lagi pekerjaan di sekolah, mengisi ijazah dan kegiatan monitoring pengawas. Kalau kayak gini kan, jadi inget lagu shinchan. Oh sibuknya, aku sibuk sekali...

Untungnya, sistem PembaTIK ini daring. Jadi kita bisa mengerjakannya di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Sesuai dengan taglinePortal Rumah Belajar. He..

Tugas di level 3 ini, kita dapat memilih satu di antara dua tugas pilihan. Yaitu antara Media Pembelajaran Interaktif dengan menggunakan Articulate Storyline, atau membuat Video Pembelajaran. Awalnya saya berniat untuk membuat Video Pembelajaran, namun tak sempat untuk shooting karena kesibukan. Saya hampir menyerah untuk menyelesaikan tugas PembaTIK level 3 ini.

Namun, akhirnya saya menemukan pencerahan. Saya mencoba mempelajari Articulate Storyline, yang ternyata agak mirip dengan Power Point. Akhirnya, sayapun memutuskan untuk membuat Media Pembelajaran Interaktif saja.

Alhamdulillah, di detik-detik terakhir saya akhirnya bisa mengirimkan tugas tersebut.

Inilah Media Pembelajaran Interaktif yang saya buat >>>

Multimedia Interaktif



PERJALANAN PEMBATIK

 PERJALANAN PEMBATIK

Sekilas mungkin sobat mengira PembaTIK itu adalah para pembuat batik, atau pembelajaran membuat batik. Ya, bisa jadi begitu. Tapi, PembaTIK maksud saya di sini adalah Pembelajaran Berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Saya sendiri mengenal PembaTIK ini di tahun 2019. Maklum, emak-emak ini mainnya kurang jauh. Padahal, PembaTIK ini sendiri sudah ada sejak tahun 2017 lho. Dan sampai sekarang sudah menghasilkan Duta Rumah Belajar dari setiap Provinsi di setiap tahunnya.

Dari tahun ke tahun, peserta yang mengikuti PembaTIK ini terus mengalami peningkatan. Tidak dapat dipungkiri, manfaat mengikuti PembaTIK ini memang sangat terasa sekali. Apalagi untuk meningkatkan kompetensi seorang guru dalam bidang TIK. Sayapun sudah merasakannya. Nah, disini saya akan berbagi pengalaman perjalanan saya mengikuti PembaTIK.

Tapi sebelumnya, yuk kita mengenal dulu apa itu PembaTIK.

Apa itu PembaTIK?

PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling).

Lalu, apa saja sih manfaat mengikuti PembaTIK ini?

Manfaat Mengikuti PembaTIK :

1. Meningkatkan kemampuan TIK sesuai dengan perkembangan teknologi terkini

2. Mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional

3. Berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar

Waah, keren banget ya manfaat dari PembaTIK ini. Tapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin mengikuti PembaTIK.

Syarat dan Ketentuan :

  • Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari semua jenjang yang dibuktikan dengan SK PNS yang bersangkutan.
  • Guru Tetap Yayasan yang dibuktikan dengan SK Pengangkatan dari Yayasan
  • Guru Honorer di Instansi Pendidikan Pemerintah/Swasta dari semua jenjang yang dibuktikan dengan keputusan dari pimpinan lembaga yang bersangkutan.
  • Mengajar minimal satu bidang studi di sekolahnya (guru mata pelajaran/guru kelas).

Untuk lebih lengkapnya, sobat bisa langsung saja buka laman https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/


Itu dia sekilas tentang PembaTIK, sekarang saya mau berbagi perjalanan PembaTIK yang saya alami dari level 1 sampai level 4.

Perjalanan PembaTIK Level 1

Perjalanan PembaTIK Level 2

Perjalanan PembaTIK Level 3

Perjalanan PembaTIK Level 4



Senin, 19 Oktober 2020

MEMULAI KEMBALI

Inilah blog saya, yang sempat tenggelam 7 tahun yang lalu. Ya, saya memang sudah lama memiliki blog. Namun tak pernah saya pakai. Entahlah, mungkin pada saat itu terlalu sibuk. Atau hanya sekedar ingin gaya dan dibilang anak muda yang kreatif, yang punya sejuta mimpi namun tak pernah terrealisasi. Sungguh miris, semua itu hanya sebuah ekspektasi dan angan-angan belaka. Padahal saya cukup senang menulis lho. Namun mungkin karena tidak memiliki kesungguhan hati untuk menulis, pada akhirnya blog ini hanyalah tinggal kenangan, usang dimakan waktu, dan terlupakan begitu saja. Seperti mantan yang ditinggal menikah.

Saya masih ingat, blog ini dibuat ketika saya masih gadis. Masih labil dengan segudang harapan terhadap karir, keuangan, dan pria. Lucu memang, bak Cinderella yang mengharapkan pangeran, lalu tersadar bahwa dirinya adalah sang upik abu. Hingga suatu hari upik abu menemukan pria, namun bukan seorang pangeran. Dia bukan dari kasta kerajaan. Dia hanya pria sederhana yang hanya punya cinta. Dan inilah saya sekarang, saat blog ini dapat di akses kembali, saya sudah memiliki satu anak, dan sedang hamil pula, menuju 2 anak. Bayangkan, betapa banyak kisah yang telah saya lewatkan tanpa mengabadikannya di blog ini. Padahal, kisah hidup saya bersama sang Pangeran cukup menarik untuk sekedar ditampung dalam sebuah tulisan blog. Bahkan mungkin bisa lebih viral dibanding Odading Mang Oleh. He..

Tapi tak apa, tidak ada kata terlambat. Mari kita bangun kembali blog ini, dengan tekad dan niat berbagi. Demi menyalurkan hobi untuk dapat dimanfaatkan bagi seluruh negeri.

Bersyukur saya tergabung ke dalam Pelatihan Berbasis TIK level 4, yang mengharuskan saya mempunyai blog untuk melaporkan setiap tugasnya. Walaupun saya kurang mengerti bagaimana cara mengoptimalkan blog itu sendiri. Yang penting bisa nulis aja dulu kali yaa. Awalnya saya berniat untuk membuat blgo baru, namun saya tiba-tiba teringat pada blog ini yang sudah bertahun-tahun tak dibuka. Entah mengapa ada rasa rindu bergelayut terhadap blog ini. Sayapun mencoba login, dan ternyata bisa masuk. Saya pikir, blog ini sudah tidak bisa di akses. Namun ternyata blog bukan makanan yang dapat basi sesuai tanggal kadaluarsanya. Maklum emak-emak ini agak gaptek. Jadi kurang mengerti tentang dunia perblogan.

Akhirnya, saya bisa membuka kembali blog ini. Namun, seperti rumah kosong yang telah lama ditinggal pemiliknya, blog ini terlihat jadul, tidak menarik, dan yang mengejutkan tidak memiliki konten apapun. Yaa iya lah, orang tak pernah nulis. Sayapun kebingungan harus memulai darimana, karena saya sendiri tidak memiliki wawasan yang luas tentang dunia blog. Akhirnya, saya memulai dengan mengubah nama blog.

Ya, blog ini mulanya bernama Mengukir Pelangi. Nama indah yang ngetrend pada masanya. Bagaimana tidak, saya juga memiliki fanspage di Facebook dengan nama Mengukir Pelangi. Nama tersebut memang sengaja dibuat, yang diambil dari kata Pelangi Senja. Apa sih pelangi senja? Jaka sembung bawa cerulit nih. Eits, tapi jangan salah. Pelangi Senja itu adalah nama popular saya ketika gadis. Saya menggunakan nama tersebut di akun Facebook saya. Oh iya, penulisannya juga 'PeLangi Senja'. Jadi, L ditengahnya itu memang memakai huruf besar. Sungguh ke-alay-an yang haqiqi, bukan?

Tapi percaya tak percaya, nama itu menjadi sebuah branding bagi saya. Bahkan beberapa orang memanggil saya dengan nama Pelangi. “Eh, ada Neng Pelangi”. “Salam ya, buat Pelangi Senja”. Begitu kira-kira orang memanggil saya. Hingga setelah saya menikah, nama tersebut saya banned dari diri saya. Dan saya bertekad untuk meninggalkan dunia alay. Lebih tepatnya karena memang untuk kepentingan bisnis, sih. Jadi saya harus mengganti nama dengan nama asli saya, supaya orang percaya terhadap penjualan yang saya lakukan.

Nah, akhirnya saya mengubah nama Mengukir Pelangi di blog saya ini, dengan nama “Bukan Sekedar Guru”. Ya, profesi saya adalah seorang guru. Namun, saya bukan hanya sekedar guru. Saya seorang ibu rumah tangga, seorang istri, juga seorang pedagang online. Dan saya juga bukan sekedar guru biasa, tapi guru yang ingin terus belajar memperbaiki diri, serta mengasah kompetensi. Karena sejatinya seorang guru, selain menjadi pendidik, haruslah menjadi pembelajar.

Gak percaya saya guru? Yuk lihat CV saya di link berikut https://youtu.be/-d5bdyxip0c

Finally, semoga blog ini dapat saya gunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan tentunya dengan niat berbagi. Mohon dukungannya yaa sobat.


Pangatikan, 20 Oktober 2020

Begadang bersama utun.

Rabu, 13 Agustus 2014

Translate